Kamis, 26 Desember 2013

kehidupan dunia



A.       Sains Dan Agama Menurut Pandangan Filsafat Ilmu
1.    Pengertian Sains
            Sains (Ilmu Pengetahuan) dalam bahasa inggris dan prancis di sebut “Science”, sedangkan dalam bahasa jerman disebut “Wissenschaft”, dan dalam bahasa belanda di sebut “Wetenschap”.[1]
            Science berasal dari kata “scio”, “Scire” (bahasa latin) yang berarti tahu, begitupun ilmu berasal dari kata ‘alima” (bahasa arab) yang juga berarti tahu. Jadi baik imu atau Science secara etimologis berarti pengetahuan. Namun secara terminologis, ilmu dan science itu semacam pengetahuan yang mempunyai ciri-ciri, tanda-tanda dan syarat-syarat yang khas.[2] Adapun menurut pandangan para ilmuan terkemuka tentang pengertian sains ini, dapat kami paparkan sebagai berikut :
a.    Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag :
Science is empirical, rational, general, general ang cumulative; and it is  all four of onece”[3]

            (Ilmu ialah yang empiris, yang rasional, yang umum dan bertimbun bersusun; dan keempat-empatnya serentak)


b.    Karl Pearson (1857-1936), pengarang karya terkenal Grammar of Science :
“Science is the complete and consistent description of the fact of experience in the simplest possible terms”[4]

(Ilmu pengetahuan ialah lukisan atauketerangan yang lengkap dan konsistententang fakta pengalaman dengan istilah yang sesederhana/ sesedikit mungkin)
c.    Prof. Dr. A. Baiquni (guru besar pada Universitas Gajah Mada) :
Science merupakan generasi consensus dari masyarakat yang terdiri dari para scientist”[5]
Dari penjelasan diatas kita dapat merumuskan bahwa ilmu pengetahuan (science) adalah semacam pengetahuan yang mempunyai ciri, tanda dan syarat tertentu, yaitu : sistematik, rasional, empiris, umum dan kumulatif (bersusun timbun). jadi ilmu pengetahuan itu merupakan lukisan dan keterangan yang lengkap dan konsistent mengenai hal-hal yang di studinya dalam ruang dan waktus sejauh jangkauan pemikiran dan penginderaan manusia. Atau bisa pula dikatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah usaha pemahaman manusia yang di susun dalam satu sistema mengenai kenyataan, struktur, pembagian, bagian-bagian dan hukum-hukum tentang hal ihwal yang di selidiki (alam, manusia dan agama) sejauh yang dapat dijangkau daya pemikiran yang dibantu oleh penginderaan manusia, yang kebenarannya di uji secara empiris, riset dan eksperimental.
Demikianlah yang dapat penulis rumuskan tentang sains menurut pandangan filsafat ilmu.
2.    Pengertian Agama
Agama Islam (indonesia), Religion (inggris), Religie (belanda) dan Ad-Din (Arab)[6]. Menurut pandangan etimologi : dalam kamus Al-Munjid dapat kita temukan keterangan tentang arti Ad-Din sebagai berikut : Ad-Din bentuk mufrad dari kata Adyan yang berarti Al-Jaza’ wa Al-Mukafaah, Al-Qadha, Al-Malik wa AL-Muluk sa Al-Sulthan, Al-Thabir, Al-Hisab.[7], dalam bahasa indonesia di terjemahkan menjadi, pahala, ketentuan, kekuasaan, pengelolaan, perhitungan.
Adapun agama menurut arti Terminologinya : sebenarnya tidak ada satu definisi tentang agama yang dapat diterima secara umum. Para filosof, para sosiolog, para psikolog, dan para teolog dan lain-lainnya telah merumuskan definis tentang Religion menurut caranya masing-masing. Namun dapat penulis simpulkan Sebagaimana para ilmuan tersebut beranggapan bahwa Reigion sebagai “penerimaan atas tata aturan dari pada kekuata-kekuatan yang lebih tinggi dari pada manusia itu sendiri”[8]
Ad-Din : menurut Al-Jurjani, beliaun menerangkan persamaan dan perbedaan antara Ad-Din pada satu pihak, dengan Al-Millah dan Al-Madzhab pada lain pihak, menurut beliau ketiga-tiganya bersamaan dalam materinya dan perbedaan terletak pada kesannya, Ad-Din dinisbahkan pada Allah, Al-Millah di nisbahkan kepada Nabi tertentu dan Al-Madzhab dinisbahkan kepada mujtahid tertentu.[9]
Melihat persfektif para ilmuan akan pemahaman mereka tentang agama/religion, penulis hanya mampu mengatakan bahwa defini agama/religion  ini tidak ditemukan secara umum atau global yang mampu merangkum pandangan para ilmuan karena mereka memberi definisi sesuai cara mereka masing-masing. Bahkan didalam Al-Qur’an sendiri kata Ad-Din tidak terbatas penggunaannya hanya kepada islam saja tapi semua agama dalam Al-Qur’an di gunakan dalam bahasa Ad-Din.[10]
Namun walaupun hal ini terjadi seperti demikina penulis hanya ingin memberikan klasifikasi agama, agar tidak membuat kita menjadi plin-plang dalam memahami agama itu sendiri, adapun klasifikasi agama :
a.    Revealed and non Revealed Religions
Revealed Religions (agama wahyu) ialah agama yang menghendaki iman kepada Tuhan, Rasul dan Kitab-kitabnya serta pesannya untuk di sebrkan kepada seluruh ummat manusia. Yang termasuk dalam hal ini menurut Al-Qur’an adalah Yudaisme, Kristen dan Islam.
Non Revealed Religions (agama tanpa wahyu) ialah agama yang tidak memandang esensial penyerahan manusia kepada tata aturan Ilahi.


[1]Endang Saifuddin Anshari, Ilmu, Filsafat dan Agama, Cet.VII, (Surabaya: PT Bina Ilmu;1987), h.47
[2]Ibid.
[3]Ralp Ross and Ernest Van Den Haag, The fabric of society, (New York: 1957), h.195
[4]George Thomas White Patrick, Introduction to Philosophy, (London: 1958), h.20.
[5]Djuma’in Basalim, Orientalis Terhadap Sciene, (Harian Abadi, 17 maret 1969, 20 Maret 1969.
[6]Endang Saifuddin Anshari, Ilmu, Filsafat dan Agama, Cet.VII, (Surabaya: PT Bina Ilmu;1987), h.199
[7]Louis Ma’luf, Al-Munjid fi Al-Lughah, (Beirut: Al-Matba’ah Al-Katsulikiyah ), h.231
[8]Endang Saifuddin Anshari, Ilmu, Filsafat dan Agama, Cet.VII, (Surabaya: PT Bina Ilmu;1987), h.119-120
[9] Al-Jurjani, At-Ta’rifat, (     ), h.94-95
[10]Endang Saifuddin Anshari, Ilmu, Filsafat dan Agama, Cet.VII, (Surabaya: PT Bina Ilmu;1987), h.121

Tidak ada komentar:

Posting Komentar